Primus Dorong IKM di Kabupaten Bogor

Anggota DPR RI Primus Yustisio memberikan sambutan pada acara Bimtek IKM di Hotel Grand Cempaka Cisarua Bogor (foto/Adm)

Dalam sambutannya di acara Bimtek Industri Kecil dan Menengah (IKM), di Cisarua Bogor, Primus berharap, kegiatan yang diselenggarakan bersama Kemenperin dan Komisi VI DPR ini dapat menstimulasi tumbuhnya sektor IKM di Bogor. Berikut sambutan lengkap Primus pada pembukaan acara Bimtek IKM.

Pertama-tama, mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, semoga kita yang menjalankan ibadah puasa hari ini, senantiasa mendapat rahmat dan magfirah dari Allah SWT. Amin Allahumma Amin.

Hadirin Yth

Sebagaimana kita ketahui, Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan tumpuan penting bagi perekonomian Indonesia. Namun dalam perjalanannya, kegiatan usaha IKM di Indonesia masih kalah daya saing dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia dan negara-negara tetangga lainnya. Saya ambil contoh, dari sisi produk alas kaki misalnya, produk IKM di Indonesia masih kalah daya saing dengan Vietnam.

Padahal, secara makro IKM ditargetkan mampu berkontribusi hingga 50% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2025. Sementara saat ini, kontribusi IKM terhadap PDB baru mencapai 10%. Dengan kontribusi yang besar terhadap PDB, maka ekspektasi pertumbuhan IKM ini kita harapkan dapat membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan menekan tingkat kemiskinan.

Salah satu faktor yang disebut-sebut memiliki andil dalam mendorong daya saing produk-produk IKM di pasar internasional adalah soal kemasan dan bahan baku. Tapi ujung-ujungnya adalah soal modal usaha. Meskipun pelaku IKM memiliki inovasi yang tinggi dari soal kualitas produk hingga kemasannya, namun jika tak disokong oleh modal yang kuat, maka hal ini akan menjadi sia-sia.

Oleh karena itu, pemerintah juga diharapkan memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha IKM melalui fasilitas pinjaman dan sejenisnya. Baik melalui perbankan ataupun lembaga kredit non bang. Akan menjadi pepesan kosong jika pelaku IKM memiliki inovasi yang tinggi tapi tak cukup modal.

Saya melihat, Kabupaten Bogor cukup potensial untuk pengembangan IKM. Dari data Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor, berbagai produk IKM sering dilibatkan dalam pameran. Semisal perhiasan batu alam, kerajinan akar kayu, rajutan, boneka, bantal dacron dan produk quilting & patchwork.

Dengan potensi pertumbuhan IKM pada produk-produk khas unggulan inilah, pemerintah dalam hal ini Kemenperin, perlu memberikan perhatian serius pada pelaku IKM di Bogor, dalam rangka meningkatkan daya saing produk IKM agar bisa besaing di pasar internasional.

Hadirin Yth

Untuk Kabupaten Bogor sendiri, kegiatan Bimtek seperti ini sudah diselenggarakan tiga kali melalui kerja sama Kemenperin dan DPR RI komisi VI. Dari tahun 2015, 2016 dan 2017. Dengan anggaran yang cukup besar, yaitu; Rp.2 miliar dalam satu tahun anggaran. Dengan biaya yang cukup besar, maka 200 peserta yang dilatih dalam Bimtek ini diharapkan memiliki output yang baik untuk inovasi produk-produk IKM di Kabupaten Bogor.

Share This Post

Post Comment