Primus Dorong Investasi Padat Karya

Anggota DPR Primus Yustisio dalam FGD BKPM di Hotel Icon Bogor 26 Feb 2019

Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Selasa (26/2/2019), menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait promo investasi di Hotel Bogor Icon. Hadir dalam acara tersebut, anggota DPR-RI Komisi VI, Primus Yustisio sebagai salah satu pembicara.

Dalam paparan materinya, Primus tegaskan, pemerintah perlu mengarahkan kegiatan investasi pada sektor padat karya. Menurutnya, kalau investasi padat modal, cenderung dinikmati oleh segelintir elit pemilik modal besar. Sementara investasi padat karya, efek netes ke bawah secara ekonomi dalam penyerapan tenaga kerja lebih banyak.

Politisi PAN ini juga katakan, pada tahun 2018, investasi pemerintah tumbuh, tapi tidak begitu menggembirakan. Menurutnya, realisasi investasi hanya tumbuh 4,1 %, dari 692,8 triliun rupiah pada 2017 menjadi 721,3 triliun rupiah pada 2018. Padahal, pada 2017 pertumbuhan investasi mencapai 13,1 %. “Pertumbuhan investasi yang melambat ini, disebabkan banyak faktor, terutama karena perang dagang Amerika Vs China dan fluktuasi harga minyak dunia dan harga komoditas global yang mengalami penurunan.

Oleh sebab itu, ia sarankan, Pemerintah terus menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para investor. Termasuk di dalamnya adalah kemudahan berbisnis. “Menurut Bank Dunia, kemudahan berbisnis Indonesia melorot, dari sebelumnya tahun 2017 di peringkat ke 79 dan menurun ke peringkat 73 pada tahun 2018. Faktor iklim politik menjadi salah satu pemicu,” demikian tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ir. H. Joko Pitoyo katakan, perlu adanya urban perception sebagai bagian dari mendorong iklim investasi. “Suatu kota kalau dipersepsikan buruk, maka orang tidak akan berinvestasi di kota tersebut. Oleh sebab itu, kita perlu meningkatkan persepsi positif terhadap kota (urban perception), dalam rangka meningkatkan persepsi pelaku usaha untuk berinvestasi di kota tempat kita tinggal,” demikian tegas Joko.

Peserta yang hadir dalam FGD ini adalah para pelaku usaha di lingkungan kabupaten Bogor, tokoh masyarakat, akademisi dan mahasiswa. Kegiatan FGD ini diharapkan, menambah pemahaman para pelaku usaha tentang online single submission (OSS) atau sisitem perizinan elektronik satu pintu yang sudah diterapkan BKPM.

Para pelaku usaha berharap, penerapan Sos ini seragam dari BKPM pusat hingga di daerah. Dalam rangka mempermudah kegiatan usaha dari sisi perizinan. Dengan kemudahan-memudahan tersebut, kegiatan investasi dapat tumbuh dengan baik (Adm)

Share This Post

Post Comment