Primus Sosialisasikan Empat Pilar Bangsa

Visioner.id – “Empat Pilar bangsa, adalah pemahaman tentang sendi-sendi kebangsaan yang harus diperkuat secara terus-menerus kepada generasi muda kita”. Hal ini disampaikan anggota MPR Primus Yustisio, SE pada acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Tajur Halang Kecamatan Tajur Halang Kampung Karet Kabupaten Bogor pada Jumat, 20 November 2015.

Sosialisasi empat pilar ini dilakukan dalam dua sesi ini, dimulai dengan pembukaan dan penyampaian materi oleh Primus. Di tengah-tengah 150 peserta sosialisasi yang terdiri dari Karang Tarnusa Cinta Damai dan warga, Anggota DPR RI Komisi VI ini menyampaikan tentang pentingnya penanaman ideologi bangsa sejak dini kepada generasi muda.

Materi yang disampaikan Primus seputar penguatan pemahaman ideologi kebangsaan adalah terdiri dari empat pilar, yaitu : Pancasila, UUD 1945 dan ketetapan MPR RI, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika. Empat pilar ini adalah fondasi bangsa kita. Jika pilar-pilar bangsa ini hilang dari pemahaman dan kesadaran berbangsa kita, maka ke depan Indonesia hanya tinggal nama bagi para gerenasi mendatang”.

Pemahaman tentang empat pilar MPR RI, perlu ditanamkan kepada para pemuda, kita sebagai penerus masa depan bangsa. Karena pentingnya memberi pemahaman terhadap pilar-pilar kebangsaan inilah, oleh negara dijadikan agenda rutin bagi anggota MPR RI untuk melakukan sosialisasi setiap tahun kepada konstituen di daerah pemilihan masing-masin.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPR RI dapil Jabar V ini menyampaikan, bahwa saat ini konflik dan kekerasan horizontal atas nama agama, suku dan golongan rentan terjadi. Sedikit saja maasyarakat disulut soal agama atau suku langsung terjadi konflik. Olehnya itu, menurut anggota DPR komisi VI ini, pemuda perlu diberi penguatan wawasan Empat Pilar, yaitu terkait Pancasila, UUD 1945, Bineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Dewasa ini, pengaruh nilai-nilai yang datang dari luar begitu massif. Tanpa filter dan penguatan ideology kebangsaan, generasi muda kita bisa terpengaruh, dan melaukan hal-hal yang bertentangan dengan konstitusi dan budaya Indonesia. OLehnya itu, kegiatan penguatan wawasan kebangsaan dengan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, perlu dilakukan secara rutin, demikian pungkas Primus.

Share This Post

Post Comment