Primus Yustisio Semangatkan Pemahaman Ideologi Kebangsan Para Siswa

Pojoksatu.id – Empat Pilar bangsa, adalah pemahaman tentang sendi-sendi kebangsaan yang harus diperkuat secara terus menerus kepada generasi muda. Demikian disampaikan anggota MPR Primus Yustisio, pada acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI di MTs Al Falah Desa Pengasinan Gunung Sundur Kabupaten Bogor, Senin (5/10/15).

Acara yang diselenggarakan dalam dua sesi ini, dimulai dengan serimonial pembukaan dan penyampaian materi oleh Primus. Di tengah-tengah 150 peserta sosialisasi empat pilar MPR RI yang terdiri dari para siswa-siswi dan staf pengajar itu, Anggota DPR RI Komisi VI ini menyampaikan tentang pentingnya penanaman ideologi bangsa sejak dini.

Kedatangan Primus di acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, disambut antusias oleh para guru, pihak yayasan dan siswa-siswi MTs Al Falah Gunung Sindur. Dalam sambutannya di acara pembukaan, Kepala MTs Gunung Sindur Sanusi, SPdI, MM menyampaikan “Kami selama ini belum tersentuh dengan kegiatan seperti ini. Olehnya itu, kami sangat berterima kasih, Bapak Primus telah memilih sekolah kami di Kampung ini sebagai tempat sosialisasi Empat Pilar MPR RI,” katanya.

Dalam kesempatan itu, kepada para peserta sosialisasi Primus sampaikan, bahwa penguatan pemahaman ideologi kebangsaan adalah terdiri dari empat pilar, yaitu Pancasila, UUD 1945 dan ketetapan MPR RI, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika.

“Empat pilar ini adalah pondasi bangsa kita. Jika pilar-pilar bangsa ini hilang dari pemahaman dan kesadaran berbangsa kita, maka kedepan Indonesia hanya tinggal nama bagi para gerenasimendatang,” tambah wakil rakyat dari Dapil Kabupaten Bogor ini.

Dikatakan Primus, pemahaman tentang empat pilar MPR RI, perlu ditanamkan kepada peserta didik, dan umumnya generasi muda kita sebagai penerus bangsa ini. Karena pentingnya memberi pemahaman terhadap pilar-pilar kebangsaan inilah, oleh negara dijadikan agenda rutin bagi anggota MPR RI untuk melakukan sosialisasi setiap tahun kepada konstituen di daerah pemilihan masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI dua periode inijuga menyampaikan, bahwa di tengah interaksi kita dengan dunia luar yang semakin massif di era pasar bebas ini, anak cucu kita perlu diperkuat pemahaman kebangsaannya, agar tidak mudah rasa cinta pada bangsa luntur oleh pengaruh ideologi-ideologi yang datang dari luar.

Diakhir paparan materi sosialisasinya, ayah empat anak ini juga mengingatkan para peserta, bahwa dewasa ini, pengaruh sosial media dan laju informasi online yang begitu cepat, perlahan-lahan berbagai informasi yang acap kali tanpa filter itu, berpengaruh terhadap identitas kebangsaan generasi muda.

“Olehnya itu kita perlu membingkai anak cucu kita dengan pemahaman ajaran-ajaran pancasila dan UUD 1945, agar anak cucu kita kedepan bisa mepertahankan identitas kebangsaannya sebagai orang Indonesia,” pungkasnya.

Share This Post

Post Comment