Primus Beri Motivasi ke Wirausaha di Bogor

www.inilah.com – Anggota DPR RI Primus Yustisio kembali memfasilitasi pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pelatihan dilaksanakan pada 24-28 Oktober 2016 di Hotel Rizen Kedaton, Jalan Lodaya, Desa Bojong Honje, Sukaraja Gunung Geulis, Kabupaten Bogor yang diikuti 60 peserta.

Tahun ini merupakan tahun ketiga pelatihan wirausaha yang diselenggarakan Kemenperin sebagai mitra Komisi VI di dapilnya Primus yustisio Kabupaten Bogor.

Berbeda dengan tahun ini, tahun lalu peserta diberikan bantuan modal mesin industri yang beberapa diantaranya berhasil didistribusikan pada para peserta.

Sayangnya, ada juga yang gagal tender sehingga tidak jadi disalurkan pada para pengusaha IKM.

Tahun ini Kemenperin tidak memberikan bantuan modal berupa barang industri. Salah satunya karena pemerintah saat ini sedang melakukan pemangkasan anggaran untuk berbagai bidang.

Dampaknya juga dirasakan oleh kegiatan kewirausahaan ini. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta pelatihan.

Bagi mereka, dibekali ilmu kewirausahaan secara gratis sudah menajdi kesempatan luar biasa. Dimana pelatihan tahun ini memfokuskan pada pembekalan IKM pangan, sandang dan logam.

“Saya senang sekali dan mendapatkan pencerahan dengan mengikuti pelatihan ini, insyaallah bermanfaat. Kami berharap ada tindak lanjut setelah pelatihan ini berupa modal dan alat produksi,” kata Mimin mintarsi seorang peserta pelatihan konveksi yg berasal dari daerah kelapa Nunggal.

Dalam kesempatan tatap muka dengan peserta pelatihan, Primus berpesan agar para peserta tidak kecewa dan tetap memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan Kemenperin meskipun tanpa ada bantuan mesin industri.

“Walaupun ada pemangkasan anggaran, semoga tidak mengurangi semangat
Bapak dan Ibu untuk terus bekerja dan berusaha,” ungkap primus menyemangati para peserta.

Dalam kesempatan tersebut Primus juga menceritakan kisah perjuangan dirinya merintis beberapa bisnis properti.

Primus berharap pelatihan dari Kemenperin akan menjadi program berkesinambungan di tahun-tahun yang akan datang. Tentu saja, dengan harapan Kemenperin memiliki anggaran yang memadai, sehingga industry dalam negeri tetap bisa bersaing.

Menurutnya, cikal bakal kemajuan industri dalam negeri berasal dari para wirausahawan kecil dan menengah. “Para pengusaha IKM akan menopang kemajuan ekonomi dan industri di tanah air,” jelas suami dari artis Jihan Fahira ini.

Untuk itu, lanjut Primus, perlu sinergitas antara pemerintah dan masyarakat untuk terus menciptakan wirausaha-wirausaha baru yang dapat berkontribusi bagi kemajuan industri di Indonesia.

“Jangan sampai, usaha yang sudah dirintis harus layu bahkan sampai gulung tikar karena kurangnya dukungan dan perhatian yang memadai,” katanya.

Share This Post

Post Comment