Baraya Primus Untuk Keberkahan, “Marhaban Ya Ramadan.”

Acara Ngeliwet Baraya Primus (Foto : Admin)

Catatan : Munir (Admin)

Hampir setahun lebih sudah, dalam rasa persaudaraan yang guyub, Baraya Primus Yustisio telah melewati etape perjalanan pengabdian pada konstituen bapak Primus Yustio di Kabupaten Bogor. Dalam sebutan yang singkat; “Baraya Primus,” telah melakukan kerja-kerja nyata; sebagai penyambung amanah rakyat kabupaten Bogor, yang diwakilkan pada bapak Primus Yustisio sebagai wakilnya di Senayan.

Lebih dari urusan dan kerja-kerja politik, Baraya Primus, adalah suatu rasa persaudaraan (Baraya) yang terhimpun. Ada kekuatan silaturahmi yang melampaui “sekedar urusan politik.” Jalin-jemalin rasa persaudaraan ini, selalu terikat dan saling menyimpul dalam momen-momen “ngeliwet” rutin, dari satu desa ke desa lainnya setiap bulan. Tak dinyana, tanpa terasa, semuanya menjadi begitu dekat. Saling kenal, memahami dan berempati.

Tak lebih dan tak kurang, ngeliwet, adalah pilihan momentum untuk mengikat persaudaraan bersama masyarakat kabupaten Bogor. Makan bersama, ngobrol bersama hingga mendengar dari dekat detail-detail kejadian dan kebutuhan masyarakat.

Tak ada intrik, apalagi manuver politik, karena ngeliwet, adalah panggilan emosi persaudaraan. Getaran rasa persaudaraan yang kuat, seperti membenamkan urusan politik yang acap kali amat bising dan riuh di luar sana. Meskipun kadang, sesekali pembicaraan politik terlintas begitu saja. Tapi lebih dari itu, resonansi persaudaraan, menjadi gelombang rasa yang meratakan “sekedar urusan politik.”

Semua rasa persaudaraan itu, termanifestasi lewat-program-program aspirasi kemitraan DPR bapak Primus, yang dijalankan dengan penuh cita rasa persaudaraan dan amanah. Dan program-program tersebut, menjadi medium yang semakin mendekatkan Baraya Primus pada konstituen bapak Primus Yustisio.

Dan tak terasa, dua hari lagi kita memasuki bulan Ramadan. Bulan yang berlimpah amalan jami’ah. Semangat kebersamaan (jami’ah) ini, sejatinya ada dalam jiwa Baraya Primus. Kebersamaan dan persaudaraan. Hari ini, Selasa (15/5), Baraya Primus mengadakan munggahan. Subuh tadi, dalam kondisi yang kurang sehat, saya menelpon kang Reza; teman sekerja. Dia juga Baraya Primus yang aktif. Saya menanyakan ihwal “munggahan.” Kata kang Reza, “Munggahan itu semacam selamatan bang, menyambut bulan Ramadan.”

Akhirnya saya mengenal lebih banyak medium persaudaraan. Ada ngeliwet ada munggahan. Dua-duanya bersentuhan–melekat dengan rasa persaudaraan yang guyub. Dalam Baraya Primus itulah, saya menemukan kekayaan khazanah Persaudaraan. “Mohon Maaf Lahir dan Batin.” Semoga bulan Ramadan, adalah medium yang semakin menguatkan kesalehan kita. Baik kesalehan pribadi dan kesalehan sosial. Dalam Baraya Primus itulah, keakraban dan persaudaraan kita “menjadi.” Marhaban Ramadan.

Share This Post

Post Comment