Di Tengah Lesunya Dunia Usaha, Primus Dorong IKM Bogor

Primusyustisio.com– Pemerintah baru saja umumkan pertumbuhan ekonomi yang minus 5,32% (YoY). PDB riil tergerus, atau tumbuh negatif. Faktor-faktor pengungkit PDB berdasarkan lapangan usaha menurun di 17 sektor selain sektor pertanian yang tumbuh positif. Termasuk dunia usaha yang di dalamnya Industri Kecil Menengah (IKM) mengalami penurunan.

Menurut Kemenperin, dalam data yang dirilis, sektor IKM telah menyerap tenaga kerja sebanyak 11,68 juta orang atau sebesar 60 persen dari total pekerja di sektor industri pada 2019. Kontribusi IKM terhadap PDB juga besar, di kisaran 30%. Artinya, secara struktur PDB berdasarkan lapangan usaha, IKM berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional.

Dengan porsi kontribusi yang besar terhadap struktur ekonomi nasional ini dan pasar tenaga kerja, maka IKM perlu didorong di tengah suasana ekonomi yang lesu akibat Pandemi Covid-19. Hal itu yang dilakukan anggota DPR-RI Primus Yustisio,SE bersama mitra DPR Komisi VI; Kemenperin, dalam acara “Penumbuhan dan Pengembangan Wirsausaha Baru IKM di Kabupaten Bogor Jawa Barat pada 11 Agustus 2020.

Dalam sambutan Primus pada acara tersebut, ia sampaikan, pemerintah juga diharapkan memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha IKM melalui fasilitas pinjaman dan sejenisnya. Baik melalui perbankan ataupun lembaga kredit non bang. Akan menjadi pepesan kosong jika pelaku IKM memiliki inovasi yang tinggi tapi tak cukup modal.

Acara ini dihadiri 120 peserta dari jenis usaha Bengkel Roda dua Menjahit, Alas kaki, Pastry, Olahan ikan
dan Service HP yang ada di Kabupaten Bogor. Dengan adanya kegiatan ini, Primus berharap, pelaku usaha IKM mendapatkan tambahan skill dan pengalaman untuk mendorong nilai tambah produk IKM (Admin).

Share This Post

Post Comment