Kerja Konkret Primus Tingkatkan Skill IKM Kabupaten Bogor

Peserta IKM bagian elektronika di Wisma Bahtera Pelni Bogor

Anggota DPR RI Primus Yustisio, terus mendorong peningkatan skill bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Bogor. Pengembangan IKM Kabupaten Bogor, dilakukan melalui program kemitraan dengan Kemenperin. Seperti yang terlihat pada pelatihan IKM Kabupaten Bogor pada 26 Oktiber 2020 di Wisma Bahtera Pelni Bogor.

Dalam acara sambutannya, Primus katakan, semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat memberikan harapan berusaha masyarakat kabupaten Bogor, khususnya pelaku usaha IKM di kabupaten Bogor di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19. Memang kita akui, dimasa pandemi Covid-19 ini berdampak pada seluruh sektor dunia usaha. Termasuk IKM.

Menurutnya, dari dari data Kemenperin, omzet sektor Industri Kecil Menengah turun sebesar 50 persen-90 persen akibat pandemi covid-19. Selain itu, IKM juga kesulitan mendapatkan bahan baku karena pembatasan aktivitas ekonomi untuk mencegah penularan virus corona (Rilis Kemenperin- CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020).

Sejauh ini, IKM memegang peran penting dalam perekonomian nasional. Jumlah IKM di Indonesia berdasarkan data Kemenperin, mencapai 1,3 juta. Sementara itu, Sektor IKM telah menyerap tenaga kerja sebanyak 11,68 juta orang atau sebesar 60 persen dari total pekerja di sektor industri.

IKM juga merupakan sektor mayoritas atau yang mendominasi dari jumlah populasi industri manufaktur di Indonesia. Kontribusinya hingga 99 persen dari semua unit bisnis di sektor industri.

Untuk Kabupaten Bogor sendiri kata Primus, merupakan daerah yang potensial bagi tumbuhnya sektor IKM. Kalau kita lihat data BPS kabupaten Bogor 2019, maka secara umum, porsi industri olahan terhadap PDRB Kabupaten Bogor berdasarkan lapangan usaha, paling tinggi sebesar 53,73%.

Artinya, industri olahan, memiliki peran penting dalam struktur ekonomi kabupaten Bogor. Termasuk di dalamnya IKM Kabupaten Bogor sebagai sektor industri olahan; yang berdasarkan data Desperindag Kabupaten Bogor 2019 berjumlah 1.400 IKM.

Dengan adanya pelatihan ini, kita berharap, dapat menggairahkan kembali sektor IKM melalui berbagai paket stimulus. Misalnya, pemerintah akan menganggarkan Rp6,1 triliun untuk disalurkan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga alokasi KUR untuk IKM dapat diperbesar.

Semoga dengan adanya Pelatihan ini, minat masyarakat untuk merintis usaha di sektor IKM tumbuh. Dalam rangka memanfaatkan berbagai paket insentif yang diberikan pemerintah selama pandemi Covid-19, demikian pungkasnya (Admin)

Share This Post

Post Comment