Primus Pertanyakan Lahan Ibukota Baru

Primusyustisio.com- Wacana pembangunan ibukota baru kian kencang. Digadang-gadang, nilai investasi pembangunan ibukota baru tersebut bernilai Rp.500 triliun. Rencananya, ditahun 2022, konkritisasi pembangunan Ibukota baru sudah berjalan.

Kendatipun demikian, lahan yang akan digunakan untuk mambangun infrastruktur ibukota belum jelas. Hal tersebut diungkapkan oleh anggota DPR RI dari PAN, Primus Yustisio. Hal tersebut, disampaikan Primus pada 13 Desember 2021, dalam RDP bersama pemerintah bersama BUMN terkait PMN 2022.

Dalam paparannya, Primus katakan, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Dibentuk pada Desember 2015, dengan VISI menjadi pengelola dan penggerak optimalisasi aset negara yang produktif dan inovatif untuk kepentingan publik. Di Oktober 2016 dimandatkan untuk berperan dalam Pendanaan Tanah PSN/Proyek Strategis Nasional.

Terkait PSN ibukota baru, primus mempertanyakan ihwal tidak tercantumnya pendanaan dalam rencana kerja LMAN tahun 2022 terkait pembebasan lahan ibukota baru. Berikut pernyataan Primus;

“Dalam rincian penggunaan Pendanaan Lahan APBN 2022 ini, sedikit pun tidak mencantumkan pembebasan lahan untuk PSN ibukota baru. Sementara pembangunan ibukota baru ini dari informasi yang disampaikan pemerintah, sudah dimulai tahun 2022.”

Lanjut Primus, lantas pembangunan ibukota baru ini mau dibangun dimana ? Dalam skema alokasi pendanaan LMAN sebagai Lembaga Pengelola Aset Negara yang sejak tahun 2015 konsen dalam pembebasan tanah untuk PSN, namun terkait ibukota baru, tahun di tahun 2022, tidak ada alokasi pendahan lahan. Jadi bangun ibukota baru ini serius atau hanya gimmick politik?

Pemerintah sendiri sudah berencana, bahwa pada tahun 2022, sudah ada penempatan pegawai di ibukota baru. Hal ini sebagai langkah konkret untuk mewujudkan proyek ibukota baru (Admin)

Share This Post

Post Comment